Setelah Terbukti Tak Bersalah, Kader PDIP di Lombok Barat Ini Tak Mau Pulang Kampung

Berita355 Dilihat

Kasus dugaan kekerasan seksual kader PDIP Lombok Barat dinyatakan tak terbukti, dan tertuduh S juga sudah dinyatakan tak bersalah.

Tertuduh yang berinisial S ini sebelumnya disebut melakukan kekerasan seksual kepada anaknya sendiri hingga mengalami persekusi.

Namun demikian, kuasa hukum S, meminta agar Polres Lombok Barat segera mengusut pelaku persekusi yang dilakukan terhadap S.

“Tidak bisa dibuktikan dengan fakta hukum bahwa S ini sebagai pelaku,” kata Kuasa Hukum S, H. Moh. Tohri Azhari, Jumat (11/8/2023) siang.

Baca Juga:Pelatih Bali United Sebut Elias Dolah Sukses Tambal Posisi William Pacheco

Ia mengatakan kondisi S saat ini sudah keluar dari rumah sakit namun harus tetap melakukan rawat jalan.

Setelah kejadian tersebut, S tidak lagi kembali ke kampungnya di Sekotong melainkan tinggal bersama keluarganya di kampung yang berbeda.

“Klien kami ini sudah tidak tinggal di sana lagi dan kami akan melakukan upaya hukum ya baik secara pidana maupun perdata. Kami akan melaporkan siapapun yang ikut terlibat dalam pengusiran itu,” ungkapnya.

Tidak kembalinya S ke kampung halamannya di Sekotong untuk mengantisipasi munculnya masalah baru. Sehingga S memilih untuk menjauh hingga suasana kondusif.

“Tidak diusir, tapi setelah keluar dari rumah sakit memang dia nggak kembali ke sana,” ujarnya.

Baca Juga:Si Jangkung Elias Dolah Dan Adilson Maringa Kini Jadi Kebanggan Pelatih Bali United

Ia menerangkan, dari visum yang dilakukan terhadap anak terduga S, tidak ada luka baru di bagian kemaluannya. Luka tersebut disebabkan oleh pacarnya.

“Tidak ada luka baru itu luka lama,” tegasnya.

Sementara terkait dengan persekusi yang kepada S, kuasa Hukum membuat laporan balik kepada polres Lombok Barat.

Karena akibat kejadian tersebut, S mengalami luka yang cukup parah dan mendapatkan perawatan intensif.

Baca Juga  5 Tips Belajar Ala Mahasiswa Harvard yang Bantu Optimalkan Proses Belajar

“Dugaan penganiyaan berat dan membuat klien kami mengalami luka parah. Kami membuat laporan balik ke Polres Lombok Barat,” katanya.

Sebanyak 17 saksi sudah diperiksa dan akan segera ditindaklanjuti. Melalui keterangan belasan saksi tersebut, Tohri berharap aparat kepolisian bisa segera menetapkan tersangkanya.

“Kami berharap dari pihak kepolisian Lombok Barat jangan hanya berani menangkap pemainnya saja. Tapi kita harapkan aktor dibalik kejadian ini,” tegasnya.

Sementara untuk anak S, saat ini masih mendapatkan pendampingan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) setempat.

Jika psikologi anak sudah stabil, maka akan dipulangkan kembali ke keluarganya.

“Sekarang ini sudah masih LPA,” kata Tohri.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *