Jadi Lokasi Proyek Patung Soekarno Rp10 Triliun, Kemiskinan di Bandung Barat Capai 10,82%,

Berita138 Dilihat

Suara.com – Proyek pembangunan patung Soekarno setinggi 100 meter di kawasan Perkebunan Walini, Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat memasuki babak baru.

Rating kemiskinan Kabupaten Bandung Barat pun sempat menjadi sorotan karena pembangunan patung ini dinilai membuang-buang anggaran. Terlebih saat desain patung tersebut mencuat ke publik.

Beberapa waktu lalu gambar yang menampilkan patung Soekarno sedang duduk tersebar di media sosial. Desain itulah yang disebut-sebut bakal dibangun di Kabupaten Bandung Barat. Tepatnya di bekas lahan proyek Transit Oriented Development (TOD) Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang batal dibangun.

Melihat desain patung, sejumlah warganet menilai pembangunannya tak terlalu esensial. Terlebih jika harus memakan uang Rp10 triliun. Alih-alih digunakan untuk membangun patung, lebih baik uang yang sama digunakan untuk menurunkan rating kemiskinan Kabupaten Bandung Barat. 

Baca Juga:Profil I Nyoman Nuarta: Sosok Seniman Di Balik Rencana Pembangunan Patung Soekarno di Bandung

Kritik soal menurunkan angka kemiskinan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Kabupaten Bandung Barat masih menjadi wilayah dengan kemiskinan tertinggi di Jawa Barat. Melansir jabar.bps.go.id, 10,82 persen penduduk Bandung Barat masuk dalam kategori miskin pada 2022.

Jumlahnya mencapai hampir 184.000 jiwa. Jumlah ini termasuk yang paling tinggi di Jawa Barat. Di samping Bandung Barat, beberapa kabupaten yang masih memiliki tingkat kemiskinan di atas sepuluh persen adalah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Indramayu. 

Namun demikian, dari informasi yang disadur di laman jabarprov.go.id, Provinsi Jawa Barat mengklaim dapat mereduksi angka kemiskinan. BPS Jabar menyebutkan, perubahan jumlah warga miskin Jabar yang turun itu terjadi pada periode Maret – September 2022. 

Baca Juga  The Fashion of ‘Selling Sunset’

Jumlah penduduk miskin pada September 2022 sebesar 4,05 juta orang, menurun sebanyak 17.360 orang dari posisi Maret 2022. 

Persentase penduduk miskin pada September 2022 sebesar 7,98 persen. Namun demikian,  jika dibandingkan dengan posisi September 2021 ( year on year ), jumlah penduduk miskin September 2022 mengalami kenaikan 0,01 persen poin. 

Baca Juga:Paras Anak Hengky Kurniawan, Bupati Bandung Barat yang Mirip Ibu Sambungnya

Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2021 sebesar 7,48 persen, naik menjadi 7,52 persen pada September 2022. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 9,76 persen, turun menjadi 9,75 persen pada September 2022. 

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *